Proses Manajemen Investasi

PROSES MANAJEMEN INVESTASI
Sriati

Tanpa melakukan perbedaan terhadap investor institusional, proses manajemen investasi meliputi lima langkah sebagai berikut:

1. Menetapkan sasaran investasi
Langkah pertama dalam proses manajemen investasi, menetapkan sasaran investasi – tergantung dari institusi itu sendiri. Contohnya, perusahaan asuransi jiwa menjual berbagai produk, yang sebagian besar memberikan jaminan pembayaran di masa depan atau aliran pembayaran untuk kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, sasaran investasi dari perusahaan asuransi jiwa adalah untuk memenuhi kewajiban perusahaan dan menghasilkan laba.

2. Membuat kebijakan investasi
Langkah kedua dalam proses manajemen investasi adalah membuat pedoman kebijakan untuk memenuhi sasaran investasi. Penetapan kebijakan dimulai dengan keputusan alokasi aktiva/asset. Yaitu, investor harus memutuskan bagaimana dana institusi sebaiknya didistribusikan terhadap kelompok-kelompok aktiva utama yang ada. Kelompok aktiva umumnya meliputi saham, obligasi, real estate, dan sekuritas-sekuritas luar negeri.
Kendala-kendala dari klien dan peraturan yang ada harus dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan investasi.

3. Memilih strategi portofolio
Pemilihan strategi portofolio yang konsisten terhadap sasaran dan pedoman kebijakan investasi dari klien maupun institusi merupakan langkah ketiga dalam proses manajemen investasi. Strategi-strategi portofolio dapat dibedakan menjadi strategi aktif dan pasif.

Strategi portofolio aktif menggunakan informasi-informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik dibandingkan portofolio yang hanya didiversifikasi secara luas. Hal penting bagi seluruh aktif adalah harapan terhadap factor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dai kelompok aktiva.

Strategi portofolio pasif melibatkan input ekspektasional minimal, dan sebagai gantinya bergantung pada diversivikasi untuk mencocokkan kinerja dari beberapa indeks pasar (indeks pasar merupakan ringkasan statistic yang menunjukkan kinerja sekelompok aktiva). Sebagai akibatnya, strategi pasif mengansumsikan bahwa pasar akan merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada harga sekuritas.

Dalam ruang lingkup obligasi, beberapa strategi yang dikelompokkan sebagai strategi portofolio terstruktur telah sering digunakan. Strategi portofolio terstruktur merupakan suatu strategi dimana portofolio dirancang untuk dapat mencapai kinerja dari beberapa kewajiban yang harus dibayar.

Di antara ketiga strategi tersebut (aktif, pasif, dan terstruktur), strategi yang harus dipilih tergantung dari:
1) pandangan klien atau manajer keuangan mengenai harga pasar yang efesien
2) karakteristik dari kewajiban klien
Efesiensi harga pasar merupakan tingkat kesulitan yang dibutuhkan untuk menghasilkan pengembalian yang lebih besar daripada menajemen pasif, setelah dilakukan penyesuaian antara resiko dengan strategi dan biaya transaksi dengan penerapan strategi.

4. Memilih aktiva/asset
Setelah strategi portofolio dipilih langkah selanjutnya adalah memilih aktiva tertentu untuk dimasukkan dalam portofolio. Hal ini membutuhkan evaluasi terhadap masing-masing sekuritas. Dalam strategi aktif, hal ini berarti usaha untuk mengidentifikasi kesalahan penetapan harga sekuritas.
Manajer investasi berusaha untuk merancang portofolio yang efisien pada tahap ini. Portofolio yang efisien adalah portofolio yang memberikan pengembalian yang diharapkan terbesar untuk tingkat resiko tertentu, atau dengan kata lain, tingkat resiko terendah untuk tingkat pengembalian tertentu.

5. Mengukur dan mengevaluasi kinerja
Mengukur dan mengevaluasi kinerja merupakan langkah terakhir dalam proses manajemen investasi. Langkah ini meliputi pengukuran kinerja portofolio dan selanjutnya pengevaluasian kinerja tersebut secara relative terhadap beberapa patok-duga (benchmark). Patok-duga merupakan kinerja dari rangkaian sekuritas yang telah itentukan, diperoleh untuk tujuan perbandingan. Benchmark adalah indeks yang umum digunakan, seperti halnya Standard & Poor’s 500 untuk portofolio saham atau indeks-indeks obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan sekuritas ternama.

Proses manajemen investasi diilustrasikan dengan alur sebagai berikut:
1. Menetapkan sasaran investasi –> 2. Membuat kebijakan investasi –> 3. Memilih strategi portofolio –> 4. Memilih aktiva / asset –> 5. Mengukur dan mengealuasi kinerja

Referensi:
Douglas Hearth. 2004. Contemporary Investments: Security and Portfolio Analysis.
Fabozzi. 1999. Investment Management
Hebert B. Mayo. 2006. Investment: An Introduction
ZVI Bodie, Alex Kane, Alan J. Marcus. 2009. Investments

Sumber: http://blog.stie-mce.ac.id/sriati/2013/07/23/proses-manajemen-investasi-2/

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: