Investasi Dalam Pandangan Islam

INVESTASI tentu bukan merupakan kata yang asing lagi di telinga kita, khususnya mereka yang mendalami ilmu ekonomi. Di zaman sekarang yang kita ketahui, dunia perbankan dikuasai oleh bank-bank konvensional dimana masih menggunakan system ribawi didalamnya. Sebenarnya Islam sendiri telah mengenalkan system Investasi sudah berabad lamanya, bahkan konsep perbankan pun sudah ada dalam kitab-kitab turats/klasik. Pada kali ini penulis akan membahas secara sederhana, bagaimana konsep Investasi syar’i?

Definisi

Kata investasi atau Istitsmaar masdar dari kata “istatsmaro” yang berarti mencari hasil. Atsmaro rojulun bisa diartikan dengan banyaknya harta seseorang itu karena hasilnya yang berlimpah. Maka Investasi/Istitsmaar dari harta adalah buahnya atau hasil dari perkembangan harta itu sendiri. Secara Istilah Al-istitsmar/Investasi bermakna At-Tanmiyah (Perkembangan pada harta yang ditanam).

Keistimewaan Investasi Islam

Salah satu keistimewaan Investasi dalam Islam adalah dengan adanya visi yang bersifat individual dan sosial. Setidaknya kita bisa melihat 5 visi dalam Investasi islam : Muhafadzoh alal maal wa tanmiyatithi (Menjaga harta dan mengembangkannya), tadawuluts tsarwah (mendistribusikan kekayaan), at-tanmiyah Al-Iqtisodiyah (pengembangan ekonomi), At-Tanmiyah Al-Ijtimaiyyah (pengembangan masyarakat), Al-Adl (keadilan). Aktivitas investasi tidak boleh keluar dari kelima garis di atas, jika ada yang bertentangan dengan visi di atas maka investasi tersebut tidaklah sah.

Al-muhafadzoh alal maal (menjaga harta)

Investasi tentu tujuannya menarik keuntungan, namun juga harus tetap menjaga hak-hak orang lain dalam aktivitas investasi. Islam sangat menjunjung tinggi dalam masalah penjagaan harta sampai Nabi saw menjelaskan dalam hadits “man qutila duuna maalihi fahuwa syahid” (siapa yang dibunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia termasuk syahid)” (HR. Bukhari).

Tadawuluts tsarwah (mendistribusikan harta)

Investasi yang ditujukan bukan berkisar pada keuntungan pribadi, namun juga harus memiliki peranan dalam kehidupan sosial, tidak memandang agama ataupun kelompok. Adapun motivasi dari visi ini tercantum dalam Quran (al-Muzammil : 20) dan Hadits yang berbunyi : tidaklah seorang muslim menanam kemudian ada burung yang memakan dari tanaman itu, maka hal tersebut bernilai sodaqoh baginya. Dalam hal pendistribusian, kita dianjurkan untuk tawatssuq (teliti) sebagaimana dalam QS Al-Baqoroh : 282.

At-Tanmiyah Al-Iqtisodiyah (pengembangan ekonomi)

Hal ini bisa dilihat dalam tatanan prakteknya pada pengharaman Monopoli atau Penimbunan barang, karena hal ini akan merusak aktivitas perekonomian. Pada waktu yang sama kita dianjurkan untuk menjalankan aktivitas investasi dengan melihat sisi prioritas dalam perekonomian, dhoruriyat (Primer), Haajiyat (Sekunder), Tahsiiniyat (Tersier).

At-Tanmiyah al-Ijtima’iyah (pengembangan masyarakat)

Metode dalam perbankan Islam dengan cara menyeimbangkan pemasukan dan harta simpanan. Begitu juga dengan pengaturan suhu perekonomian dalam suatu tempat, jadi investasi yang masuk terhadap suatu daerah disesuaikan dengan kondisi perekonomian daerah tersebut.

al-adl (keadilan)

Pada dasarnya semua jenis muamalah dalam Islam dibangun atas asas keadilan. Hal ini tercantum dalam firman Allah swt, QS Al-Hadid : 20, dan QS. An-Nahl: 90. Dalam investasi syar’i, kita bisa melihat bentuk keadilan dengan diperhatikannya keseimbangan harta seorang investor dan kemaslahatan umum. Begitu juga dengan hak-hak orang fakir yang harus dipenuhi oleh seorang investor, berupa zakat.

Kaidah-Kaidah Dalam Investasi

Setelah kita membahas visi dari Investasi dalam Islam, maka kita harus mengetahui kaidah-kaidah yang membantu para investor di lapangan agar bisa memenuhi visi di atas, ada lima garis besar : Kaidah Keimanan, Kaidah Akhlak, Kaidah Sosial masyarakat, kaidah perekonomian dan kaidah syar`I pada investasida.

Kaidah keimanan

Dalam hal ini ada yang harus diyakini bagi seorang investor, yaitu harta yang ia kelola hanyalah sebuah titipan dari Sang Khaliq. Sebagaimana tercantum dalam QS Al-Baqarah: 30, bahwa manusia hanyalah sebagai khalifah di muka bumi dan ditugaskan untuk memakmurkan dunia. Oleh karena itu manusia tidak berhak untuk membuat kerusakan di muka bumi.

Kaidah Akhlak

Salah satu misi dalam Islam sendiri adalah menyempurnakan akhlaq. Dalam jenis aktivitas apapun Islam selalu mengedepankan akhlak, begitu juga dengan investasi. Ada pilar yang sangat dikedepankan dalam kaidah ini : As-sidqu (kejujuran), Al-amaanah (kepercayaan), As-samaahah (toleransi), dan Al-ihsan (professional).

Kaidah sosial masyarakat

Investasi bukanlah tujuan akhir dalam ekonomi Islam. Investasi hanyalah sebuah alat untuk mewujudkan cita-cita yang lebih tinggi lagi yaitu berupa kesejahteraan sosial untuk individu dan masyarakat.

Kaidah perekonomian

Dalam kaidah ini islam mendorong manusia untuk mengambil sebab akibat dalam memajukan perekonomian dengan mengambil untung. Islam memberikan kaidah prioritas dalam mewujudkan keuntungan dalam investasi.

Kaidah syar’i pada investasi

Ada banyak kaidah syar’i yang berlaku pada investasi, salah satunya adalah Al-ashlu fil asy-yaa` al-ibaahah (hukum asal dari segala sesuatu adalah boleh). Dalam artian selama tidak ada dalil yang melarangnya maka hal tersebut boleh dilaksanakan. Maka investasi dalam hal ini boleh dilaksanakan karena tidak ada dalil yang melarang, namun jika investasi yang dijalankan bertentangan dengan visi di atas, hal tersebut menjadi dilarang.

Demikian pembahasan singkat kali ini, semoga bermanfaat.

wallahu a’lam.
Writed by Kemal Adhityawarman di:
http://fasyniyah.blogspot.com/2013/03/investasi-dalam-pandangan-islam.html

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: